Selasa, 27 Agustus 2013

1 Syawal 1434 H Part Two : Surabaya.

Assalamu'alaikum wr wb
Good day

   Menyambung yang kemarin, menjelang siang hari, setelah kami sholat berjama'ah, saya minta Uda dan Lyza tidur sebentar sementara saya melanjutkan packing dan re-check semua bawaan dan semua yang akan ditinggalkan. Sebelum itu, semua ponsel dan power bank saya pastikan batere-nya terisi penuh, termasuk ponsel Lyza. Menurut catatan, isi semua koper dan tas bekal sudah sesuai, tapi saya perlu memikirkan hal-hal kecil seperti pakaian, alas kaki, perlengkapan mandi dan perlengkapan sholat yang akan dipakai selama nginap semalam di Surabaya, sehingga hanya koper itu saja yang diturunkan di hotel/penginapan nanti sedang lainnya tetap berada dalam mobil. Tas berisi obat-obatan saya masukkan dalam tas bekal bersama charger-charger dan hair dryer. Vitamin untuk Suami dan anak on set. Sedangkan untuk obat-obatan, saya bawa Panadol, Amoxsan, Mefinal, Cataflam, Incidal, Non-Flamin, Anadex, Norit dan plester. 'Amunisi' setia :-) Untuk saya sendiri sebenarnya vitamin-vitamin yang saya konsumsi untuk kesehatan rada rumit mengingat saya sedang program hamil (promil). Tapi untuk kepraktisan, sementara waktu saya milih bawa Renovit saja untuk menjaga stamina selama bepergian ini. Meskipun Renovit mengandung sedikit pewarna buatan, tapi Alhamdulillah kesehatan bisa terjaga selama bepergian kemarin.
Untuk bekal, saya bawa cheese roll Donaldson yang sudah dipotong-potong (our yummy fave cake) dan disusun rapih dalam tupperware, susu-susu ultra kemasan tetrapack, beberapa botol UC 1000 kesukaan Suami dan air putih (untuk berbagi beban, botol air putih ada yang ikut ransel Uda, ada yang ikut ransel Lyza), biskuit, susu-susu bear brand dan tentu saja kopi.
   Dasar Uda, yang selalu rapih dan teliti, diminta istirahat malah sibuk bantu-bantu saya packing. Tipsnya menggulung semua baju dalam koper ternyata lebih efisien ketimbang cara saya yang lebih suka meletakkan baju-baju itu dalam lipatan konvensional. Kira-kira jam 14.30 wita Mama Papa datang. Seperti biasa, sebelum berangkat ke bandara, saya tidak lupa nanya ke Uda dan Lyza : "kunci gembok? kode booking? Blackberry? HP? kacamata? Air minum? Kompor sudah dimatikan? Air sudah dimatikan?" Dan saat sudah duduk di atas jok mobilpun, saya masih harus menengok ke belakang dan menghitung jumlah bawaan plus ngecek isi tas. Ribet deh jadi perempuan.
  Alhamdulillah walaupun sudah memasuki menit-menit akhir boarding, kami masih sempat wrap koper-koper berikut 1 dus dan tidak perlu berlarian menuju gate. Sepanjang penerbangan menuju Surabaya, saya tidak pernah berhenti berdo'a, istighfar dan dzikir. Itu cara  ampuh untuk menenangkan hati saya.
   Setiba di Surabaya, hari sudah gelap. Saya dan Lyza ngikutin instruksi-instruksi Uda. Melihat saya banyak diam, Uda langsung tahu saya pusing nahan mabuk udara, jadi sambil nunggu barang-barang kami di atas conveyor belt yang berjalan, saya diminta duduk saja di atas trolley barang sambil minum air putih. 
   Diluar pintu arrival, kami disambut sopir subkon perusahaan tempat Uda bekerja. Sopir itu meminta kami nunggu disitu saja sementara dia ngambil mobil di parkiran. Sambil menunggu, Uda ngelus kepala saya sambil bilang, "Selama ini aku bepergian untuk kerja, bawaanku ringkes-ringkes aja. Cuma satu koper kecil masuk bagasi kabin dan ransel di punggung. Sekarang bawaan segini banyak..." katanya sambil ketawa menyapu pandangan ke arah jejeran dua koper besar, satu tas bekal dan satu dus besar pula, "...jadi berasa' banget aku ini kepala keluarga, punya keluarga. Bangga aku." Trus Lyza ngajak main tebak-tebakan, "Pa, tebak nanti mobilnya apa?" Setiap tahun menjelang akhir Ramadhan, ada subkon setia perusahaan Uda--sebut saja namanya Mr. S--akan nelepon Uda, nanya kepastian tanggal kedatangan kami di Surabaya. Hal yang sama berlaku bagi beberapa rekan kerja Uda yang mudik ke seputaran Jawa Tengah dan Timur. Alhamdulillah urusan kami selalu dimudahkan dengan mendapat pinjaman mobil setiapkali mudik ke tanah kelahiran Suamiku. Setiap tahun pula mobil yang dipinjamkan berbeda-beda dan kali ini kami dapat Fortuner diesel warna silver. Saat meluncur di atas tol menuju kota, sopir Mr. S bercerita tentang seorang rekan kerja Uda yang mendapat pinjaman mobil Harrier menuju Semarang. Kalau gak salah dengar, bahan bakarnya 1 liter per 3 km. Wow!
   Setelah sopir turun di kota, mengingat hari sudah malam dan besok pagi kami berencana melanjutkan perjalanan ke Blora, saya dan suami sepakat untuk nginep di family stay saja. Uda sudah tahu saya tidak rewel asalkan klosetnya bersih kinclong dan kasurnya empuk untuk istirahat saja, jadi sepanjang jalan menuju family stay yang dimaksud, Suamiku meyakinkan saya tempat ini dijamin bersih. Uda pernah beberapa bulan ditugaskan meng-handle urusan proyek di Lelangon dan tinggal di sebuah apartemen di daerah situ, jadi instead of nginep deket-deket Tunjungan Plaza (TP) dan nyaris selalu nyasar saat jalan-jalan di tempat asing segede itu, kali ini kami milih lokasi yang sudah dikenal untuk menghemat waktu. Alhamdulillah, beruntung kami mendapat family stay yang sesuai dengan harapan.
   Waktunya masak, bentar lagi Lyza pulang sekolah. To be continue ya. Wassalam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar