Kamis, 30 Oktober 2014

Entri Di Ujung Oktober

Assalamu'alaikum wr wb
Good day all

Hai, hai...
Belakangan sedang males nulis selain karena laptop ngadat terus dilanda virus. Urusan bisnis tiket jadi terganggu. Saya kesulitan mengakses web ticketing plus nggak bisa web check in. Web ticketing menjadi sering nge-hang, baik melalui Firefox maupun Google Chrome. Untung ada tab yang selama ini hanya duduk di bangku cadangan (Hahaha, bahasanya penggemar sepakbola) dan hanya saya gunakan untuk urusan tiket saat bepergian aja. Sang pemain bintang sedang cedera, jadi pemain cadangan diturunkan dan ternyata pemain cadangan dengan HALO Hybrid-nya cukup memuaskan Pelatih. Hehehe... bahasa sepakbola lagi.
Ngomong-ngomong soal kesibukan ibu-ibu, ibu-ibu itu makhluk yang paling beruntung sedunia. Mau disebutin rentetan keberuntungan itu? Nih ya :
1. Semua Ibu dipastikan sudah pernah mengalami yang namanya masa kanak-kanak, remaja dan gadis, tapi nggak semua gadis akan merasakan menjadi Ibu;
2. Pilihan busana ibu-ibu lebih beragam. Bisa pakai celana panjang, boleh pakai sarung, pakai kemeja tak mengapa, nganggo topi yo sah-sah wae'. Nah Bapak-bapak? Busananya dari itu ke itu aja sepanjang jaman. #Hehehe... ini kan topiknya soal keberuntungan wanita ya.
3. Bagi Ibu rumahtangga atau yang bekerja dari rumah, punya banyak kesempatan mengabdi ngurus keluarga dan lebih banyak waktu beribadah. Makin sering dirumah kan waktu ibadah jadi lebih panjang, ladang pahala juga lebih luas tebarannya kan ya?
4. Namanya Ibu-ibu, sudah punya anak, sudah punya Suami; hati tenang...
5. Setiap hari diberi kesempatan sama Allah untuk melatih kesabaran, keikhlasan , kepekaan, sekaligus kegesitan dalam banyak hal : manajemen waktu, manajemen keuangan sampai manajemen stress;
6. Punya banyak waktu upgrade iman, punya banyak waktu upgrade ilmu juga. Kalau saya lebih memilih mengisi otak dengan hal-hal yang bermanfa'at dan berbobot. Misalnya dengan membaca buku-buku berkualitas, seperti buku-buku agama, ilmu pengetahuan, motivasi dan pengembangan diri sampai ke novel-novel detektif. Tapi bukan berarti saya nggak nonton tv sama sekali ya? Bukan berarti saya nggak membaca majalah atau novel-novel cinta ya? Semua itu tetep, tapi pake' 'penyaring'. Misalnya untuk acara-acara tv, saya hanya menyaksikan ceramah-ceramah agama Mamah Dedeh/Kajian Quraish Shihab, nonton acara-acara kuis mendidik (misalnya Famili 100), talk show berbobot seperti Mata Najwa dan serial/film-film pilihan (ini wajib karena saya aktif menulis di blog film). Sedang untuk bacaan, saya masih suka baca koran. Majalah seperti Femina, AyahBunda, Tempo, Intisari, GoodHouseKeeping dan Martha Stewart. Novel-novel non detektif yang saya baca adalah tulisan-tulisan Pramoedya Ananta Toer, Remy Silado, Danielle Steele, Mira W, Dee, Charlotte Bronte dan Linda Howard. Novel-novel detektif masih menjadi kegemaran saya sejak kecil : Agatha Christie, Enyd Blython, Mary Higgins Clark dan Sidney Sheldon. Khusus bacaan nih ya, saya senang dengan yang punya tata bahasa teratur dan berkelas, gaya bahasanya bernas dan tanpa ada cacat kesalahan penulisan sama sekali. Substansinya : di usia 30an, saya berusaha hanya mendengar dan melihat yang baik-baik saja, yang manfa'at saja dan yang sudah pasti akan membuat saya jadi ketambahan ilmu, melatih otak semakin pinter dan punya pikiran 'tajam'. Terus, kalau ada yang nanya, saya tahu updates news gimana dong? Ya biasanya lewat yang cara penyampaiannya cepat dan lugas aja, misalnya radio atau koran tadi.
7. Jadi punya banyak waktu me-time, misalnya : nyoba-nyoba resep masakan untuk Suami dan anak, berkebun, merawat diri, menata foto dalam album, bikin kliping, membaca, trial error model-model hijab (bagi yang berkerudung). Banyak deh. You name it lah. Menyenangkan jadi Ibu, meskipun harus jadi stay at home Mom.
8. Yang masih punya orangtua, Alhamdulillah sering-sering punya kesempatan berbakti.
Apalagi yah? Banyak pastinya. Jadi, nikmat Allah itu kalau kita hitung-hitung, ya sejatinya nggak terhitung. Harus banyak-banyak bersyukur dan kurangi mengeluh. Oya, kebiasaan baik yang selalu saya 'bunyikan' alarmnya dalam kepala juga tuh : JANGAN MENGELUH. Itu larangan terbesar buat diri saya sendiri. Sering sekali saya mengingatkan diri, juga menjaga lisan dan tidak mencela oranglain. Tiga hal yang saya hindari banget. Khawatir akan berbalik menyerang aspek-aspek tertentu dalam kehidupan saya. Nggak barokah hidup kalau kita sering mengeluh, bicara sembarangan atau menyakiti hati oranglain.
Ini cerita saya jadi bercabang-cabang ya? Maklum, borongan. Lama nggak post cerita, jadi dirapel. Hehehe. Segitu dulu kali' ya. Wassalam and good day.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar